JAKARTA, Agung Intiland News - Laksana Business Park kembali menjadi fokus perhatian pemerintah daerah setelah Gubernur Banten Andra Soni melakukan kunjungan resmi sebagai bagian dari agenda penguatan iklim investasi di wilayah Banten. Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat proses perizinan, meningkatkan kepastian regulasi, dan membuka ruang dialog langsung dengan pelaku industri di kawasan.
Komitmen Pemerintah: Percepatan Perizinan dan Kepastian Investasi
Dalam sesi kunjungan tersebut, Gubernur Andra Soni menekankan bahwa pemerintah provinsi telah menginstruksikan seluruh dinas terkait untuk memberikan pelayanan yang lebih cepat, transparan, dan terukur kepada investor.
“Banten harus menjadi provinsi yang ramah investasi. Perizinan harus sederhana, cepat, dan bebas hambatan,” tegasnya.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi percepatan realisasi investasi provinsi yang menargetkan capaian Rp 119 triliun pada tahun 2025. Kawasan industri seperti Laksana Business Park diproyeksikan menjadi salah satu kontributor penting bagi target tersebut.
Sesi Dialog: Pengusaha Sampaikan Kondisi Lapangan
Dalam forum diskusi terbuka, perwakilan pengembang Laksana Business Park dan para pelaku usaha menyampaikan sejumlah aspirasi terkait:
Proses perizinan lingkungan dan konstruksi
Koordinasi lintas instansi terkait tata ruang dan utilitas
Infrastruktur penghubung menuju kawasan
Kepastian pengembangan jangka panjang kawasan industri
Manajemen Laksana Business Park menyambut baik ruang dialog tersebut dan menegaskan kesiapan pengelola kawasan untuk terus meningkatkan kualitas layanan terhadap tenant dan investor baru.
“Dukungan pemerintah menjadi langkah penting bagi pertumbuhan kawasan industri modern. Laksana Business Park siap memperkuat peran sebagai kawasan logistik, manufaktur, dan pergudangan yang strategis di Tangerang Utara,” ujar perwakilan manajemen.
Laksana Business Park: Kawasan Industri dengan Pertumbuhan Tercepat di Tangerang Utara
Berada di lokasi strategis Pakuhaji—hanya beberapa menit dari akses logistik utama dan pusat distribusi—Laksana Business Park kini berkembang sebagai salah satu kawasan industri modern dengan permintaan terserap tertinggi.
Keunggulan utama kawasan mencakup:
Masterplan modern & scalable
Zona industri & pergudangan yang siap operasional
Aksesibilitas menuju jalur logistik utama (Bandara, Pelabuhan, Tol Jakarta–Tangerang)
Infrastruktur kawasan yang terus ditingkatkan
Lingkungan industri yang aman dan terkendali
Dengan meningkatnya kebutuhan fasilitas logistik, gudang modern, dan manufaktur skala menengah, kawasan ini terus menarik minat investor domestik maupun internasional.
Program Pemprov Banten: Dari “Task Force Investasi” hingga Supervisi Perizinan
Menindaklanjuti diskusi tersebut, Gubernur menyampaikan bahwa Pemprov akan memperkuat mekanisme koordinasi melalui:
Pembentukan tim percepatan investasi
Supervisi langsung perizinan strategis
Sinkronisasi tata ruang dengan pengembangan kawasan
Perbaikan infrastruktur pendukung kawasan industri
Komunikasi berkelanjutan antara pemerintah & pengembang kawasan
Langkah-langkah ini diharapkan menciptakan ekosistem investasi yang lebih efisien, kondusif, dan pro-bisnis.
Kontribusi Bagi Ekonomi Lokal & Penyerapan Tenaga Kerja
Selain peningkatan investasi, pemerintah menekankan bahwa kehadiran kawasan industri seperti Laksana Business Park harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
Laksana Business Park diproyeksikan menyerap tenaga kerja dalam jumlah signifikan seiring dengan bertambahnya tenant baru, terutama pada sektor:
Pergudangan & distribusi
Manufaktur ringan
E-commerce & fulfillment
Cold storage & food supply chain
Gubernur menegaskan bahwa pemerintah siap mendukung pelatihan tenaga kerja lokal agar mampu bersaing dan terserap oleh industri.
Sinergi Pemerintah–Kawasan Industri–Pelaku Usaha
Kunjungan Gubernur Andra Soni menjadi momentum penting bagi penguatan peran Laksana Business Park dalam ekosistem industri Banten. Dengan dukungan perizinan, tata ruang, dan infrastruktur yang semakin optimal, kawasan ini siap memasuki fase pertumbuhan berikutnya dan terus berkontribusi pada ekonomi regional. (JP)